White Wolf - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki
White Wolf: Aplikasi Pengawasan Warga Israel untuk Palestinians
White Wolf adalah aplikasi pengawasan yang diluncurkan Israel pada 2016, tersedia untuk warga sipil Israel buat kumpulin foto dan info tentang Palestinians.
Ini bagian dari teknologi spionase Israel, yang awalnya dikembangin Mossad dan diadopsi perusahaan swasta buat monitor Palestinians di West Bank, East Jerusalem, dan Gaza. Aplikasi ini digambarin sebagai tool mass surveillance yang bantu kontrol hidup Palestinians, termasuk pada genosida Gaza, tapi gagal cegah serangan 7 Oktober 2023.
//sumber: theguardian daraj.media
Detail Teknis Utama
- Desain Sistem: Aplikasi mobile yang izinin user ambil foto dan data Palestinians, upload ke database sentral. Integrasi dengan sistem seperti Red Wolf (facial rec di checkpoint) dan Blue Wolf (app soldier buat upload foto manual).
- Cara Kerja: User ambil foto, app kirim data buat analisis, bantu bikin database biometrik. Gak perlu consent, dan bisa tangani data massal.
- Komponen Pendukung: Sambung ke kamera CCTV dan checkpoint, dengan database Wolf Pack buat info lengkap (lokasi rumah, keluarga). Mobile dan mudah dipake warga.
- Integrasi AI: White Wolf pake AI buat analisis foto dan data real-time, prediksi risiko, dan identifikasi otomatis. Ini mirip Red Wolf yang scan wajah dengan color-coded alerts (kuning: tahan, merah: tangkap, hijau: lewat).
Sejarah Pengembangan
Dikembangin sebagai bagian industri spionase Israel, yang jual tech seperti Pegasus dan Predator ke pemerintah dunia. White Wolf lahir dari kolaborasi pemerintah-swasta, contohnya AnyVision (rebranded Oosto) yang kerjasama dengan pemerintah buat Better Tomorrow, sistem monitor Palestinians di West Bank. Fokus ke surveillance sipil buat kontrol populasi sejak 2016.
Penggunaan dalam agresi militer
White Wolf dipake untuk melancarkan agresi militer ke Palestina, termasuk Gaza:
- Di West Bank dan East Jerusalem, integrasi dengan checkpoint (misalnya Checkpoint 56 di Hebron dengan 24 kamera) buat scan wajah dan kumpulin data Palestinians.
- Di perang Gaza 2023-2025, bantu kumpulin data lewat checkpoint dari utara ke selatan Gaza, paksa Palestinians kasih ID buat nama, umur, dan status kawin. Ini dukung invasi darat, tapi gagal cegah operasi 7 Oktober 2023 meskipun tech canggih (boleh ngikik disini).
- Kritik dari Amnesty dan HRW: Jadi tool apartheid digital, tingkatkan pelanggaran hak seperti invasi privasi dan restriksi gerak. Kegagalan: Kekurangan tenaga kerja (15% sektor tech dipanggil reservis) ganggu R&D, dan embargo AS/Eropa batasi penjualan post-Pegasus.