Wolf Pack - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki
Wolf Pack: Database Pengawasan Massal Militer Israel
WolfPack adalah database pengawasan massal yang dikembangin oleh angkatan darat Israel (IDF) buat monitor Palestinians di West Bank, East Jerusalem, dan Gaza.
Ini sistem sentral yang kumpulin data pribadi seperti foto, nama, lokasi rumah, keluarga, dan status wanted tanpa consent, dari tool kayak Blue Wolf (app soldier) dan Red Wolf (facial rec otomatis di checkpoint).
Wolf Pack disebut sebagai bagian "automated apartheid" oleh Amnesty International, karena automate pelanggaran hak asasi dan kontrol populasi Palestinians yaitu pelanggaran hak asasi kayak privasi dan kebebasan gerak.
//Sumber : mei.edu globalvoices theguardian
Detail Teknis Utama
Database biometrik yang sambung ke app mobile dan kamera, kumpulin data dari scan wajah dan foto manual. Bisa identifikasi instan dan prediksi risiko. Cara Kerja: Data dari Red Wolf (scan otomatis) dan Blue Wolf (upload manual) masuk ke Wolf Pack, kasih info lengkap buat soldier atau sistem. Gak perlu consent, dan bisa tangani jutaan entri. Komponen Pendukung: Integrasi dengan CCTV, checkpoint, dan sistem AI lain kayak Lavender. Database ini populasi dari tool berbeda, kayak facial rec di Hebron. Integrasi AI: Wolf Pack pake AI buat analisis data massal, prediksi gerak, dan identifikasi otomatis. Ini automate keputusan seperti : langsung tangkap atau tolak masuk.
Sejarah Pengembangan
Dikembangin oleh Unit 8200 IDF sebagai bagian surveillance sejak 2020-an, diumumin lewat report Amnesty 2023. Di 2025, diperluas dengan kolaborasi tech kayak Google via Project Nimbus. Fokus ke database biometrik buat kontrol populasi sejak okupasi.
Penggunaan dalam Konflik
Wolf Pack digunakan di Gaza dan West Bank buat surveillance massal:
Di checkpoint dan area penjajahan zionist Israel, kumpulin data Palestinians buat predictive policing dan restriksi gerak. Pada Gaza Genosida 2023-2025, bantu identifikasi target dan doxxing keluarga, integrasi dengan Lavender buat bombing. Kritik dari UN/HRW sebagai invasi privasi dan tool genosida, tingkatkan diskriminasi.