istilah‐istilah penawaran proyek konstruksi - Rian010/Journal GitHub Wiki

Berikut penjelasan detail dan lengkap mengenai istilah-istilah dalam penawaran proyek konstruksi:


1. PENAWARAN (PROPOSAL/BID)

  • Definisi: Dokumen resmi yang diajukan kontraktor/pihak penyedia jasa kepada pemilik proyek (owner) sebagai respons terhadap tender. Tujuannya untuk memenangkan proyek dengan menyajikan rencana kerja, biaya, dan kemampuan teknis.
  • Komponen:
    • Harga Total: Total biaya proyek yang dihitung berdasarkan RAB.
    • Metode Pelaksanaan: Rencana teknis pengerjaan proyek.
    • Jadwal: Timeline penyelesaian proyek.
    • Kualifikasi Perusahaan: Pengalaman, sertifikasi, dan sumber daya yang dimiliki.
  • Fungsi: Menjadi dasar penilaian oleh owner untuk memilih kontraktor terbaik.
  • Contoh: Penawaran untuk membangun gedung perkantoran senilai Rp 10 miliar dengan waktu 12 bulan.

2. REKAP (REKAPITULASI)

  • Definisi: Ringkasan terstruktur dari seluruh komponen biaya, volume pekerjaan, atau data proyek yang disusun secara sistematis.
  • Komponen:
    • Rekapitulasi Harga: Total biaya per item pekerjaan.
    • Rekapitulasi Volume: Jumlah total material atau pekerjaan (misal: total beton yang dibutuhkan).
    • Rekapitulasi Sumber Daya: Tenaga kerja, alat, dan waktu.
  • Fungsi: Memudahkan evaluasi keseluruhan proyek dan menghindari kesalahan hitung (human error).
  • Contoh: Tabel rekap biaya untuk pekerjaan struktur, arsitektur, dan ME (Mekanikal-Elektrikal).

3. RAB (RENCANA ANGGARAN BIAYA)

  • Definisi: Dokumen perhitungan rinci yang memproyeksikan seluruh biaya proyek, mulai dari persiapan hingga penyelesaian.
  • Komponen:
    • Biaya Langsung: Material, upah tenaga kerja, dan peralatan.
    • Biaya Tidak Langsung: Administrasi, overhead, dan risiko.
    • Keuntungan: Margin profit kontraktor (biasanya 5-15% dari total biaya).
  • Metode Penyusunan:
    • Analitis: Menghitung berdasarkan analisis harga satuan.
    • Global: Estimasi kasar berdasarkan pengalaman proyek sejenis.
  • Fungsi: Menjamin kesesuaian anggaran dengan scope pekerjaan dan menghindari pembengkakan biaya.
  • Contoh: RAB pembangunan rumah 2 lantai mencakup biaya pondasi, dinding, atap, listrik, dll.

4. VOLUME

  • Definisi: Kuantitas material atau pekerjaan yang dibutuhkan dalam satuan tertentu (m³, m², kg, unit, dll).
  • Cara Menghitung:
    • Berdasarkan gambar teknis (denah, potongan, detail).
    • Menggunakan rumus matematika/geometri (misal: volume beton = panjang × lebar × tinggi).
  • Fungsi: Menentukan jumlah material yang harus dibeli dan biaya yang diperlukan.
  • Contoh:
    • Pekerjaan pasangan bata: Volume = 50 m².
    • Pengecoran sloof: Volume = 10 m³.

5. ANALISA (ANALISA HARGA SATUAN)

  • Definisi: Proses menghitung biaya per satuan pekerjaan dengan mempertimbangkan harga material, tenaga kerja, dan peralatan.
  • Komponen:
    • Bahan (Material): Harga material + waste (misal: semen, pasir, besi).
    • Tenaga Kerja: Upah harian/mingguan pekerja.
    • Peralatan: Biaya sewa alat (contoh: molen, vibrator).
  • Rumus:
    [ \text{Harga Satuan} = \frac{\text{Total Biaya (Material + Tenaga + Alat)}}{\text{Volume Produksi per Satuan Waktu}} ]
  • Contoh:
    Analisa harga satuan beton K-300 per m³:
    • Material: Semen (Rp 1.200.000), Pasir (Rp 300.000), Split (Rp 450.000).
    • Tenaga: 2 orang × Rp 150.000/hari.
    • Alat: Sewa molen Rp 200.000/hari.
      Total = Rp 2.300.000 per m³.

6. HARGA SATUAN

  • Definisi: Harga per unit pekerjaan atau material yang telah melalui proses analisis (contoh: harga per m² pasangan bata, per m³ beton).
  • Faktor Penentu:
    • Harga pasar material.
    • Upah minimum regional (UMR).
    • Kompleksitas pekerjaan.
    • Lokasi proyek (transportasi, aksesibilitas).
  • Fungsi: Dasar untuk menghitung total biaya dalam RAB dengan mengalikan volume × harga satuan.
  • Contoh:
    • Harga satuan plesteran dinding: Rp 80.000/m².
    • Volume pekerjaan: 100 m².
    • Total biaya: 100 × Rp 80.000 = Rp 8.000.000.

HUBUNGAN ANTARA KOMPONEN

  1. Analisa Harga Satuan menghasilkan Harga Satuan.
  2. Volume × Harga Satuan = Total biaya per item di RAB.
  3. Rekap menyatukan seluruh data dari RAB dan Volume untuk disajikan dalam Penawaran.

CONTOH APLIKASI DALAM PROYEK

  • Proyek: Pembangunan Jalan 1 km
    • Volume: Aspal 500 m³, Batu Kali 1.000 m³.
    • Analisa Harga Satuan: Aspal = Rp 1.500.000/m³, Batu Kali = Rp 800.000/m³.
    • RAB: (500 × 1.500.000) + (1.000 × 800.000) = Rp 1.550.000.000.
    • Rekap: Total biaya aspal + batu kali + overhead = Rp 1.7 miliar.
    • Penawaran: Ditambah keuntungan 10%, harga final Rp 1.87 miliar.

Dokumen-dokumen ini saling terkait dan menjadi kunci sukses dalam perencanaan, pengendalian biaya, dan eksekusi proyek konstruksi. Kesalahan dalam salah satu komponen dapat mengakibatkan overbudget atau keterlambatan proyek.