Surveillance biometrik - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki

✅ Surveillance Biometrik dalam Militer Israel

Surveillance Biometrik adalah sistem pengawasan massal menggunakan data biologis unik manusia (wajah, sidik jari, iris mata, pola jantung, suara) untuk mengidentifikasi dan melacak individu secara otomatis tanpa persetujuan. Di Israel, sistem ini menjadi tulang punggung kontrol populasi Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Sistem Utama

  1. Wolf Pack
    Database biometrik pusat berisi 2 juta+ wajah dan data biometrik Palestina (wajah, sidik jari, iris). Menjadi "otak" dari semua sistem pengenalan.

  2. Corsight Fortify
    Teknologi facial recognition utama, mampu mengenali wajah meski hanya 20–30% terlihat, di kondisi gelap, buram, atau tertutup masker.

  3. Red Wolf
    Sistem scan wajah otomatis di checkpoint (Hebron, Qalandiya, dll.). Memindai semua orang yang lewat dan mencocokkan dengan Wolf Pack.

  4. Blue Wolf
    Aplikasi mobile bagi tentara untuk mengambil foto warga Palestina lalu mengunggah ke Wolf Pack secara otomatis. Gamified (ada poin dan ranking batalyon).

  5. Heart Print & Audio Location AI
    Teknologi pendukung: deteksi pola detak jantung dari jarak jauh dan lokasi suara.

Cara Kerja

  • Setiap warga Palestina yang melewati checkpoint discan wajahnya secara otomatis.
  • Data dibandingkan dengan Wolf Pack dalam <1 detik.
  • Jika cocok dengan "wanted list" atau skor risiko tinggi → alert langsung ke tentara.
  • Data baru (foto dari Blue Wolf) otomatis ditambahkan ke database.

Penggunaan di Palestina

  • Tepi Barat: Digunakan di hampir semua checkpoint utama. Setiap warga Palestina yang keluar-masuk kota discan wajahnya. Digunakan untuk predictive arrest (penangkapan preventif).
  • Gaza: Digunakan melalui drone dan kamera di pos pemeriksaan untuk identifikasi pejuang perlawanan di antara kerumunan sipil.
  • Hasil: Ribuan penangkapan preventif setiap tahun, terutama di Hebron dan Jenin.

Kritik Tajam

  • Melanggar hak privasi dan non-diskriminasi (tanpa consent).
  • False positive tinggi → banyak sipil ditahan salah.
  • Digunakan untuk kontrol populasi dan pencaplokan (membuat hidup Palestina semakin sulit).
  • Amnesty International menyebutnya "digital apartheid" — setiap warga Palestina diperlakukan sebagai tersangka potensial.