Social Media AI - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) oleh militer Israel (IDF) dalam ranah media sosial dan ruang digital telah berkembang pesat, terutama sejak konflik tahun 2023. Penggunaannya mencakup dua aspek utama: operasi pengaruh (propaganda) dan pengawasan internal.

Berikut adalah rincian bagaimana teknologi tersebut digunakan:

  1. Operasi Pengaruh dan Iron Dome Digital

Istilah ini merujuk pada strategi Israel untuk menguasai narasi digital guna melawan opini publik yang merugikan.

Kampanye Disinformasi Berbasis AI: Laporan dari lembaga riset seperti Citizen Lab (Oktober 2025) mengungkapkan adanya kampanye bernama "PRISONBREAK". Jaringan akun media sosial menggunakan video dan gambar hasil AI (deepfakes) untuk memicu keresahan, seperti menyebarkan video kerusuhan palsu di Iran atau menyamarkan konten propaganda sebagai berita organik.

Penggunaan Perusahaan Swasta: Militer dan pemerintah sering bekerja sama dengan perusahaan intelijen swasta seperti STOIC, Team Jorge, dan Archimedes Group. Mereka menyediakan layanan "disinformasi sebagai layanan" (disinformation-for-hire) yang menggunakan AI untuk mengelola ribuan akun bot guna menyebarkan narasi tertentu di platform seperti X, Facebook, dan Instagram.

Manipulasi Konten: AI digunakan untuk membuat konten visual yang emosional. Sebagai contoh, ditemukan penggunaan AI untuk memalsukan video tentara yang memberikan pernyataan dukungan politik tertentu guna memecah belah opini di wilayah musuh.

  1. Sistem Pengawasan "Morpheus"

Pada akhir 2025, IDF meluncurkan sistem AI bernama Morpheus untuk memantau aktivitas pasukannya sendiri di media sosial.

Tujuan: Mencegah kebocoran informasi intelijen. Sistem ini memindai secara real-time semua unggahan publik (teks, foto, video) dari sekitar 170.000 tentara aktif.

Cara Kerja: Jika seorang tentara mengunggah foto yang menunjukkan lokasi pangkalan, senjata rahasia, atau koordinat sensitif, AI akan mendeteksinya dan mengirimkan peringatan otomatis kepada prajurit tersebut atau petugas keamanan untuk segera menghapusnya.

  1. Koneksi dengan AI Militer (Gospel & Lavender)

Meskipun sistem seperti Habsora (The Gospel) dan Lavender digunakan untuk menentukan target serangan fisik di lapangan (Gaza), data yang mereka kumpulkan sering kali bersumber dari aktivitas media sosial.

AI menganalisis hubungan pertemanan, pola pergerakan, dan unggahan di media sosial untuk membangun profil individu yang dianggap sebagai target militer.

Ringkasan Teknologi yang Terlibat

Nama Sistem / IstilahFungsi Utama di Dunia Digital/SosialMorpheus Memantau akun media sosial tentara IDF untuk mencegah kebocoran data.STOIC / Botnets Operasi pengaruh otomatis untuk menyebarkan narasi pro-Israel.Deepfake/Generative AI Membuat video atau gambar palsu untuk propaganda atau meniru kantor berita. Iron Dome Digital Strategi menyeluruh untuk membungkam narasi lawan dan membanjiri lini masa dengan propaganda negara.

Catatan: Penggunaan AI dalam perang informasi ini telah memicu kritik global dari organisasi HAM dan peneliti digital, karena dianggap mengaburkan batas antara kebenaran dan manipulasi serta melanggar privasi dalam skala massal.

Surveillance AI >> lihat juga Psyops AI >> home >> Daftar MIliter AI zionist Israel