Project Sub T - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki
DARPA Subterranean Challenge (SubT): Penjelasan Lengkap dan Hubungannya dengan Palestina
-
"Project Sub T" merujuk pada DARPA Subterranean Challenge (SubT), kompetisi riset militer AS yang digelar oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) dari 2018 hingga 2021.
-
Ini adalah program $75 juta untuk kembangkan teknologi robot dan AI yang mampu eksplorasi lingkungan bawah tanah (tunnel, urban, cave) secara otonom, tanpa komunikasi manusia.
Detail Teknis Utama SubT
- Desain Sistem: Kompetisi dengan dua track: Systems (robot fisik) dan Virtual (simulasi software). Fokus otonomi di 3 subdomain: Tunnel (terowongan), Urban (bawah kota), Cave (gua). Cara kerja: Robot eksplorasi tanpa GPS/komunikasi, pakai AI untuk mapping, navigasi, dan pencarian artifact (objek seperti survivor mannequin). Pemenang Systems: Team CERBERUS (Norwegia/AS)
- Komponen Pendukung: Integrasi robot seperti ANYmal (ETH Zurich) dan drone otonom dengan sensor LiDAR, kamera, IMU. Sistem rugged untuk medan gelap/banjir, dengan AI untuk koordinasi swarm.
- Integrasi AI: Core deep learning untuk prediksi pola gerak, machine learning untuk mapping 3D.
Sejarah Pengembangan
- Awal (2018): DARPA luncurkan SubT untuk "revolusi operasi bawah tanah" bagi militer dan rescue.
- Eskalasi 2019-2021: Tiga circuit (Tunnel, Urban, Cave), final di Mega Cavern Kentucky (2021). Pemenang CERBERUS dengan robot ANYmal. Evolusi ini sebabkan overreliance AI yang bias di Palestina.
- Implikasi Jangka Panjang: Di 2026, tech SubT jadi standar untuk eksport, dengan Palestina sebagai "lab uji" untuk deteksi terowongan.
Penggunaan dalam agresi militer di Palestina
-
Penggunaan: Tech SubT adaptasi untuk deteksi terowongan Hamas di Gaza sejak 2023, dukung ops Iron Swords dengan robot otonom untuk mapping bawah tanah.
-
Elemen AI: Deep learning untuk prediksi gerak bawah tanah, machine learning untuk mapping 3D.
-
Risiko: Bias algoritma sebabkan false positive, overreliance tingkatkan error fatal. Risiko global—eksport SubT normalisasi cleansing AI.