Amazon (AWS Amazon Web Services) - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel GitHub Wiki

Bersama Google, Amazon membagi beban infrastruktur dalam Project Nimbus.

Peran: Menyediakan kapasitas komputasi raksasa untuk menganalisis data intelijen sinyal (SIGINT). Sistem target seperti Lavender membutuhkan kekuatan pemrosesan server yang sangat besar untuk menyisir data 2,3 juta orang secara real-time, dan AWS adalah penyedia server terbesar di dunia.

Layanan: Mengizinkan penggunaan alat analitik data mereka yang dapat memetakan hubungan sosial antar individu untuk menentukan siapa yang "layak" masuk daftar target.

Keterlibatan Amazon melalui Amazon Web Services (AWS) dalam mendukung operasional militer Israel merupakan salah satu isu paling kontroversial dalam dunia teknologi modern. Analisis mendalam menunjukkan bahwa peran AWS tidak hanya sebatas penyedia "cloud" biasa, melainkan menjadi tulang punggung infrastruktur data yang memungkinkan operasional AI militer berjalan secara masif.

Berikut adalah analisis tajam dan detail mengenai keterlibatan tersebut:

1. Project Nimbus: Pondasi Digital Pendudukan

Project Nimbus adalah kontrak senilai $1,2 miliar (sekitar Rp19 triliun) yang ditandatangani pada 2021 antara Pemerintah Israel dengan Amazon (AWS) dan Google.

  • Akses Tanpa Batas: Investigasi terbaru tahun 2025 mengungkap bahwa Israel memasukkan klausul ketat yang melarang Amazon dan Google membatasi layanan mereka, bahkan jika penggunaan teknologi tersebut melanggar kebijakan internal perusahaan (seperti pelanggaran HAM).
  • Penyimpanan Data Massal: AWS menyediakan kapasitas penyimpanan yang "tanpa batas" bagi intelijen Israel untuk menyimpan data biometrik, komunikasi, dan pergerakan hampir seluruh 2,3 juta penduduk Gaza. Hal ini menjadi bahan mentah yang diproses oleh sistem AI seperti Lavender.

2. AWS Sebagai "Platform Senjata" (Operational Cloud)

Laporan investigasi dari +972 Magazine dan The Intercept mengungkap bahwa AWS digunakan secara langsung oleh unit-unit militer (seperti Unit 8200 dan Unit IT Mamram) selama agresi di Gaza:

  • Skalabilitas di Tengah Perang: Saat server internal militer Israel kewalahan (overload) pada awal serangan 2023, AWS menjadi solusi cepat untuk memindahkan beban kerja militer ke server publik guna mempercepat pemrosesan target pengeboman.
  • Penyedia Alat bagi Produsen Bom: Amazon memberikan layanan cloud dan AI (termasuk model bahasa besar/LLM) kepada produsen senjata utama Israel, yaitu Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries (IAI). Kedua perusahaan ini memproduksi bom seri SPICE dan drone yang digunakan secara luas di Gaza.
  • "Order dari Amazon": Personel intelijen Israel dilaporkan menggunakan antarmuka AWS di satu layar dan sistem penargetan militer di layar lain, mengistilahkan proses pencarian data intelijen sebagai "memesan dari Amazon".

3. Dukungan terhadap Genosida dan Apartheid Digital

Secara objektif, teknologi AWS berperan dalam dua wilayah:

  • Gaza (Efisiensi Pembunuhan): AWS memungkinkan sistem AI Lavender dan Where's Daddy? untuk melakukan komputasi data besar (big data) guna mengidentifikasi target pembunuhan dengan cepat. Tanpa infrastruktur cloud yang kuat, militer Israel tidak akan mampu menghasilkan ribuan target per hari secara otomatis.
  • Tepi Barat (Kontrol Populasi): AWS mendukung infrastruktur data bagi sistem pengawasan wajah (facial recognition) dan database biometrik yang digunakan untuk membatasi pergerakan warga Palestina di pos-pos pemeriksaan, yang oleh Amnesty International disebut sebagai "Apartheid Otomatis".

4. Analisis Etis dan Transparansi

  • Bypass Hukum Internasional: Israel menggunakan mekanisme "secret wink" (kode rahasia) dengan Amazon untuk memastikan bahwa jika ada perintah pengadilan internasional untuk mengakses data di cloud tersebut, Amazon akan memberi tahu Israel secara diam-diam untuk menghindari pengawasan hukum.
  • Keterlibatan Karyawan: Ribuan karyawan Amazon melalui gerakan "No Tech For Apartheid" telah memprotes keterlibatan ini. Namun, manajemen Amazon tetap mempertahankan kontrak dengan alasan bahwa mereka menyediakan layanan bagi "pemerintah" secara umum, meski bukti lapangan menunjukkan penggunaan spesifik untuk militer.

Kesimpulan Objektif

Keterlibatan Amazon (AWS) bukanlah pendukung pasif. Amazon menyediakan kapasitas teknis yang tidak dimiliki oleh militer Israel secara mandiri. Tanpa AWS, "mesin pembunuhan" berbasis AI milik Israel akan kehilangan daya komputasi dan ruang penyimpanan data yang diperlukan untuk menjalankan operasi berskala genosida secara efisien.


BigTech >> Home