Infrastruktur SITS dengan cloud globalnya? - BlackAlph4ndr01D/Daftar-Militer-AI-zionis-israel-part.2 GitHub Wiki

Arsitektur Keseluruhan SITS (Server in the Sky)

SITS bukan sistem yang berdiri sendiri. Ia dirancang sebagai sistem hybrid: Edge Computing (di drone) + Cloud Computing (global).

1. Layer Edge (Onboard Drone)

  • Hardware Utama: NVIDIA Jetson Orin NX atau AGX
  • Fungsi:
    • Real-time Computer Vision
    • Target Detection & Matching
    • Threat Scoring sementara
    • Swarm coordination antar drone
  • Kelebihan: Bisa bekerja meski komunikasi ke ground terputus (jamming)
  • Kelemahan: Komputasi terbatas, tidak bisa training model besar

2. Layer Cloud Global (Backend)

Ini adalah otak besar SITS. Semua data dari drone dikirim ke cloud untuk diproses lebih dalam.

Komponen Cloud Perusahaan Peran dalam SITS Tingkat Penting
Project Nimbus Google + Amazon Cloud utama untuk data storage, model retraining, dan sinkronisasi dengan Lavender β˜…β˜…β˜…β˜…β˜… (Inti)
Azure Microsoft Data fusion, analisis berat, backup, dan integrasi enterprise β˜…β˜…β˜…β˜…β˜†
AWS Amazon Redundancy storage dan computing cadangan β˜…β˜…β˜…β˜†β˜†
Google Cloud Google Machine Learning training & updating model SITS β˜…β˜…β˜…β˜…β˜…

Alur Data Infrastruktur SITS (End-to-End)

  1. Drone (Edge)
    β†’ Mengambil video & sensor data
    β†’ Memproses dengan Jetson Orin (SITS)
    β†’ Melakukan matching visual dengan profil target dari Lavender

  2. Secure Datalink
    β†’ Mengirim hasil analisis penting + raw data ke cloud melalui encrypted satellite/ground link

  3. Cloud Global (Nimbus + Azure)

    • Melakukan analisis mendalam (heavy AI)
    • Update model AI SITS secara real-time
    • Sinkronisasi dengan Lavender & Gospel
    • Menyimpan data historis untuk recursive learning
    • Memberi perintah balik ke drone (contoh: β€œkejar target ini”)
  4. Kembali ke Drone
    β†’ SITS menerima update model atau perintah baru

Karakteristik Infrastruktur Cloud SITS

  • Hybrid Cloud Architecture: Kombinasi edge (drone) + multi-cloud global (Google, Amazon, Microsoft).
  • Low Latency Priority: Data kritis diproses di edge, data berat dikirim ke cloud.
  • Redundancy Tinggi: Menggunakan beberapa cloud provider agar tidak mudah lumpuh jika satu cloud diserang.
  • Sovereign Concern: Israel sedang berusaha mengurangi ketergantungan cloud asing dengan membangun data center lokal, tapi saat ini masih sangat bergantung pada Big Tech Amerika.

Risiko & Kelemahan Infrastruktur Ini

  • Single Point of Failure: Sangat bergantung pada koneksi cloud. Jika Nimbus terganggu (serangan siber atau tekanan politik), performa SITS turun drastis.
  • Latency: Meski edge computing membantu, data penting tetap harus bolak-balik ke cloud.
  • Vulnerability: Cloud global (terutama Amerika) bisa jadi target serangan atau tekanan diplomatik.
  • Etika & Hukum: Seluruh infrastruktur ini melibatkan Big Tech AS dalam operasi militer Israel, sehingga menimbulkan risiko litigasi internasional.

BigTech Enabler SITS